Pengertian UDP (User Datagram Protocol) dan Fungsinya

Kamis, Desember 28th, 2017 - Uncategorized

Pengertian UDP (User Datagram Protocol) dan Fungsinya – UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP / IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (tidak dapat diandalkan), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP / IP. Protokol ini dalam RFC 768.

UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:
Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua tuan rumah yang mau bertukar informasi.

Tidak dapat diandalkan (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgement.

Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan perbaikan terhadap pesan-pesan yang hilang.

Pengertian UDP (User Datagram Protocol) dan Fungsinya
Pengertian UDP (User Datagram Protocol) dan Fungsinya

Aplikasi yang sedang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan mereka masing-masing, atau pesan singkat secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah ditetapkan.

UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP / IP. Header UDP memuat field Identifikasi Proses Sumber dan Identifikasi Proses Destination.

Baca juga: Pengertian TCP dan Fungsinya

UDP tidak menyediakan layanan-layanan antar-host berikut:
UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan (buffering) dari data yang masuk maupun data yang keluar. Tugas penyangga merupakan tugas yang harus diimplementasikan oleh protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP.

UDP tidak menyediakan mekanisme segmentasi data yang besar ke dalam segmen-segmen data, seperti yang terjadi dalam protokol TCP.

Karena diperlukan, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus mengirimkan data yang berukuran kecil (tidak lebih besar dari nilai Maximum Transfer Unit / MTU) yang dimiliki oleh sebuah antarmuka di mana data tersebut dikirim.

Karena, jika ukuran paket data yang dikirim lebih besar dibandingkan dengan MTU, paket data yang bisa terpecah menjadi beberapa fragmen yang akhirnya tidak jadi terkirim dengan benar.

UDP tidak menyediakan mekanisme flow control, seperti yang dimiliki oleh TCP.

Penggunaan UDP
UDP sering digunakan dalam beberapa tugas berikut:

Protokol yang “ringan” (ringan): Untuk menyimpan sumber daya memori dan prosesor, beberapa protokol lapisan yang membutuhkan penggunaan protokol yang ringan yang dapat melakukan fungsi-fungsi spesifik dengan saling bertukar pesan. Contoh dari protokol yang ringan.

Protokol lapisan aplikasi yang mengimplementasikan layanannya: Jika protokol lapisan aplikasi menyediakan layanan transfer data yang andal, maka kebutuhan terhadap daya yang ditawarkan oleh TCP pun menjadi tidak ada.

Contoh dari protokol seperti ini adalah Trivial File Transfer Protocol (TFTP) dan Network File System (NFS)

Protokol yang tidak membutuhkan. Contoh protokol ini adalah protokol Routing Information Protocol (RIP).

Transmisi disiarkan: Karena UDP merupakan protokol yang tidak perlu koneksi koneksi dengan host tertentu, maka siaran siaran pun dimungkinkan.

Sebuah protokol lapisan aplikasi dapat mengirimkan paket data ke beberapa tujuan dengan menggunakan alamat multicast atau broadcast. Hal ini dengan protokol TCP yang hanya bisa saling transmisi satu-ke-satu. Contoh: query nama dalam protokol NetBIOS Name Service.

Pesan
Ilustrasi mengenai pesan-pesan UDP
UDP, berbeda dengan TCP yang memiliki satuan paket data yang dimaksud dengan segmen, melakukan pengepakan terhadap data ke dalam pesan-pesan UDP (Pesan UDP).

Sebuah pesan UDP berisi header UDP dan akan kembali ke protokol lapisan selanjutnya (lapisan internetwork) setelah mengepaknya menjadi datagram IP.

Baca juga: Pengertian IP Address dan Fungsinya

Enkapsulasi terhadap pesan-pesan UDP oleh protokol IP dilakukan dengan menambahkan header IP dengan protokol IP nomor 17 (0x11).

Pesan UDP dapat memiliki besar maksimum 65507 byte: 65535 (216) -20 (ukuran dari header IP) -8 (ukuran dari header UDP) byte.

Datagram IP yang dihasilkan dari proses enkapsulasi tersebut, akan dienkapsulasi kembali dengan menggunakan header dan trailer protocol lapisan Antarmuka jaringan yang digunakan oleh host tersebut.

Dalam header IP dari sebuah pesan UDP, field Source IP Address akan diset ke interface host yang mengirimkan pesan UDP yang bersangkutan; sementara field Destination IP Address akan diset ke alamat IP unicast dari sebuah host tertentu, alamat IP broadcast, atau alamat IP multicast.

error: Maaf ! Konten Di Kunci