Pengertian Topologi Star serta Kelebihan dan Kekurangannya

Minggu, Oktober 29th, 2017 - Jaringan Komputer

Pengertian Topologi Star serta Kelebihan dan Kekurangannya – Topologi star atau topologi bintang adalah topologi yang paling sering digunakan untuk saat ini. Topologi ini memiliki fitur, yaitu adanya switch atau hub yang terhubung ke setiap komputer baik server maupun client.

Topologi jaringan star memiliki fitur fisik yang paling mudah dikenali yaitu switch atau hub sebagai kontrol terpusat di jaringan, selain topologi Star juga menggunakan kabel UTP dan konektor RJ 45 sebagai media transmisi.

Fungsi Topologi Star

Topologi jaringan star berfungsi untuk menghubungkan antara komputer satu dengan komputer lain di jaringan komputer baik komputer bertindak sebagai server atau bertindak sebagai klien.

Selain menghubungkan antar komputer di jaringan atau topologi star juga bisa digunakan untuk menghubungkan perangkat keras jaringan lainnya seperti router, modem, access point dan sebagainya.

Gambar topologi star

pengertian topologi star

gambar topologi star

Baca juga:
Pengertian Router dan Fungsinya
Pengertian Access Point dan Fungsinya
Fungsi Modem Internal dan Eksternal

 

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star

Setiap topologi jaringan komputer tidak ada yang sempurna. Artinya mereka memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan topologi jaringan star:

Kelebihan topologi jaringan star

  1. Paling fleksibel dibanding topologi lainnya
  2. Pemasangan workstation baru sangat mudah, dan tidak mengganggu kerja komputer lain
  3. Kontrol terpusat, sehingga memudahkan untuk memeriksa kesalahan jaringan.
  4. Kemudahan deteksi kesalahan pada jaringan, karena terpusatnya kontrol dan satu kabel untuk satu komputer.
  5. Jika satu komputer bermasalah dalam jaringan, komputer lain tidak akan terganggu

Kekurangan topologi jaringan star

  1. Wired, karena topologi ini satu komputer akan terhubung ke hub dengan satu kabel, sehingga jika banyak komputer di jaringan itu akan menggunakan banyak kabel.
  2. Perlu penanganan khusus untuk manajemen jaringan.
  3. Sentralisasi kontrol (hub) menjadi elemen yang sangat kritis, jadi jika hub rusak maka semua jaringan akan mengalami masalah.

Karakteristik Topologi Star

Setiap node atau komputer berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB atau switch)
Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian disiarkan ke semua node yang terhubung sangat banyak (misalnya menggunakan hub 32 port), maka performa jaringan akan menurun.

Sangat mudah berkembang. jadi jika ingin menambahkan jaringan baru kita tinggal menambahkan kabel dan terhubung ke switch.

Kerusakan pada satu simpul tidak berpengaruh pada jaringan lain, misalnya jika salah satu kartu ethernet rusak, atau salah satu kabel di terminal rusak, maka keseluruhan jaringan tetap bisa berkomunikasi atau tidak turun di seluruh jaringan.

Jenis kabel yang digunakan biasanya tipe UTP.

Konektor yang digunakan adalah konektor RJ 45

Cara Kerja Topologi Star

Pada topologi jaringan star tidak terhubung langsung satu sama lain pada kabel atau komputer, namun melalui central controller (central controller) biasa disebut HUB atau switch.

Perangkat ini (Switch atau hub) memiliki peran yang sangat penting dalam jaringan sehingga jika switch bermasalah maka seluruh jaringan juga akan mengalami masalah.

Di topologi star, fungsi HUB sama seperti pengendali lalu lintas. Jika satu komputer ingin mengirim data ke komputer lain maka data tersebut dikirim ke HUB terlebih dahulu, yang kemudian diteruskan ke komputer tujuan.

Demikian artikel dari saya mengenai pengertian topologi star beserta kelebihan dan kekurangannya. Semoga bermanfaat.

error: Maaf ! Konten Di Kunci