Pengertian Network Layer dan Fungsinya

Minggu, Januari 14th, 2018 - Jaringan Komputer

Pengertian Network Layer dan Fungsinya – Pengalamatan dan pemetaan logis (routing). Melawan paket melalui jaringan. Membuat dan menghapus koneksi dan jalur koneksi antara dua node dalam sebuah jaringan.

Mentransfer data, membuat dan mengkonfirmasi penerimaan, dan mengatur ulang koneksi. Network Layer juga menyediakan layanan connectionless dan connection-oriented ke lapisan transport di atasnya.

Network Layer juga menjalankan fungsinya erat dengan lapisan fisik (layer pertama) dan layer-link (lapisan kedua) di banyak implementasi protokol dunia nyata. Dalam jaringan berbasis TCP / IP, alamat IP digunakan dalam lapisan ini.

Pengertian Network Layer dan Fungsinya
Pengertian Network Layer dan Fungsinya

Fungsi Network Layer
Lapisan jaringan adalah lapisan ketiga dari bawah pada model referensi jaringan OSI. Lapisan ini bertanggung jawab untuk melakukan fungsi berikut:

Fungsi utamanya:
penentuan jalur: menentukan rute yang dibutuhkan paket dari sumber tujuan (algoritma Routing)
switching: memindahkan paket dari input router ke output router.

Di sini beberapa arsitektur jaringan memerlukan pengaturan panggilan router di sepanjang jalur sebelum data dialirkan.

Network Layer berfungsi untuk mengendalikan pengoperasian subnet. Masalah disain yang penting adalah bagaimana menentukan rute pengiriman paket dari sumber ke tujuan.

Rute dapat didasarkan pada tabel statis yang terhubung ke jaringan. Rute juga bisa ditentukan pada awal percakapan misalnya terminal. Akhirnya, rute juga bisa sangat dinamis, bisa berbeda untuk tiap paket. Oleh karena itu, rute pengiriman paket tergantung pada beban jaringan saat ini.

Protokol Routing
Protokol Network Layer adalah proses perangkat lunak yang melakukan fungsi perutean jaringan. Router Cisco dapat menjalankan beberapa protokol Network Layer sekaligus di mana masing-masing protokol berjalan terpisah satu sama lain.

Protokol routing adalah protokol Network Layer yang sebenarnya yang melakukan fungsi routing antar jaringan. Protokol routing belajar dan berbagi informasi antar jaringan, dan membuat keputusan tentang jalur mana yang Anda gunakan.

Routing protokol meliputi:

Routing Information protocols (RIP
Interrior Gateway Routing Protocol (IGRP)
Buka jalur terpendek dulu (OSPF)
Netware link service protocol (NLSP)
Routed protocol (protokol)

Protokol routed adalah protokol lapisan atas yang dapat dilalui antar jaringan. Protokol yang bisa dilalui harus berisi informasi lapisan alamat jaringan.

Protokol yang routable dilewatkan antar jaringan dengan protokol yang meliputi: IP; IPX; AppleTalk; dan juga DECNet. Protokol non-routable Tidak semua protokol dapat dilewati atau diarahkan, yang merupakan protokol yang tidak dapat dilewati yaitu:

Tidak mendukung data lapisan jaringan; tidak berisi alamat-2 logical.2. Menggunakan Static ± route-2 tertentu yang tidak bisa diubah. Contohnya: 1. NetBIOS (Network Basic Input / Output)
NetBEUI (NetBIOS Extended user interface3.LAT (Local Area Transport)

Switch
Selain routing, fungsi lain dari layer Network adalah Switching
Kemampuan router untuk menerima data pada satu port dari satu jaringan dan mengirimkannya ke port lain pada jaringan lain.

Baca : Pengertian Switch dan Fungsinya

Memindahkan data antara jaringan yang terhubung untuk mencapai tujuan akhir Ada dua metode bagaimana paket berjalan melalui jaringan yang kompleks, sirkuit switching, dan packet switching.

Circuit Switching memiliki karakteristik sebagai berikut:

Jalur ditentukan dari awal sampai akhir.
Jalan harus didirikan terlebih dahulu sebelum dimulainya komunikasi
Sama seperti setting panggilan, dan menggunakan teknologi yang sama yang digunakan sebagai jaringan telepon.
Semua paket mengambil jalur yang sama
Jalur ini didedikasikan untuk percakapan, dan harus dibuka setiap saat.
Menggunakan Switched Virtual Circuit (SVC) antar perangkat.
Sambungan WAN yang menggunakan tipe circuit switched ini adalah ISDN switchednetwork.

Packet Switching memiliki karakteristik sebagai berikut:
Jalur ditentukan saat komunikasi terjadi.
Pembentukan jalur koneksi tidak diperlukan sebelum mulai mengirim data
Packet Switching selalu ON dan tidak perlu dibangun lagi untuk setiap sesi
Setiap paket bisa menempuh jalur yang berbeda
Setiap jalur juga bisa digunakan oleh perangkat lain secara bersamaan
Menggunakan virtual circuit permanent (PVC) antar perangkat
Lapisan jaringan juga berfungsi untuk menentukan alamat IP, (baca juga: Pengertian IP Address dan Fungsinya) membuat header untuk paket, dan kemudian melakukan routing melalui kerja internet menggunakan router dan switch layer-3.2.

Mendefinisikan akhir pengiriman paket data dimana komputer mengidentifikasi alamat logis seperti IP Mengatakan bagaimana menyelaraskan / routing (by router) untuk siapa paket data dikirimkan. Lapisan ini juga mendefinisikan fragmentasi paket dengan ukuran unit yang lebih kecil. Router adalah contoh tepat dari definisi lapisan ini.

error: Maaf ! Konten Di Kunci