Pengertian Modem ADSL dan Contohnya

Sabtu, Juli 14th, 2018 - Perangkat Keras
Pengertian Modem ADSL dan Contohnya – Apa itu modem ADSL? Modem ADSL atau modem DSL adalah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan komputer atau router ke saluran telepon, untuk menggunakan layanan ADSL. Seperti modem jenis lainnya, modem ADSL adalah transceiver.
Juga disebut sebagai DSL Transceiver atau ATU-R. Singkata NTBBA (Network Termination Broad Band Adapter, Network Termination Broad Band Access) juga sering dijumpai di beberapa negara.
Beberapa modem ADSL juga mengelola dan berbagi koneksi dari layanan ADSL dengan beberapa komputer. Dalam hal ini, modem ADSL berfungsi sebagai router DSL atau gateway perumahan. Blok di dalam router DSL ditugaskan dengan proses pembingkaian, sementara blok lainnya melakukan Asynchronous Transfer Mode Segmentation dan Reassembly, IEEE 802.1D menjembatani dan atau atau routing IP.
Pengertian Modem ADSL dan Contohnya
Modem Adsl
Baca juga:
Pengertian Modem dan Fungsinya
Pengertian Router dan Fungsinya
Antarmuka yang paling umum pada modem ADSL adalah Ethernet dan USB. Meskipun modem ADSL bekerja dalam mode bridge dan tidak memerlukan alamat IP publik, modem ADSL tetap menggunakan alamat IP untuk fungsi manajemen seperti alamat IP 192.168.1.1.

Perbandingan dengan modem voiceband

Modem ADSL memodulasi nada frekuensi tinggi untuk dikirim ke DSLAM (Digital Subscriber Line Access Multiplexer) dan menerima dan demodul dari DSLAM, dalam melayani koneksi komputer. Cara kerjanya mirip dengan modem Voiceband konvensional namun dengan sedikit perbedaan.
Sebagian besar modem ADSL berada di luar komputer atau eksternal dan terhubung melalui kabel jaringan Ethernet, atau melalui kabel USB, di mana modem konvensional biasanya berada di dalam komputer itu sendiri. Modem ADSL internal dengan antarmuka PCI (Peripheral Component Inteconnect) juga tersedia namun jarang ditemui.
Microsoft Windows dan sistem operasi lainnya tidak mengenal modem ADSL eksternal, jadi tidak ada cara lain untuk terhubung kecuali jaringan. Bahkan dengan kabel USB, Microsoft Windows akan mendeteksi kartu jaringan yang terhubung ke modem ADSL melalui driver yang terpasang. Jadi modem atau router ADSL bisa dikonfigurasi secara manual dengan antarmuka halaman web. Ini karena modem ADSL atau router bekerja pada layer Physical Layer pada jaringan komputer.
Pada modem ADSL internal, Microsoft Windows dan sistem operasi lainnya menggunakan interface seperti modem konvensional. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa saat kecepatan CPU meningkat, modem ADSL internal akan lebih mudah diimplementasikan.
Modem ADSL menggunakan frekuensi modulasi dari 25 kHz ke atas 1 MHz agar tidak mengganggu saluran suara pada spektrum 0-4 kHz. Pada modem konvensional atau modem voiceband menggunakan frekuensi yang sama dengan saluran data adalah 0-4 kHz. Jadi ketika modem konvensional digunakan, saluran telepon tidak bisa digunakan untuk panggilan atau menerima panggilan.
Modem ADSL memiliki kecepatan mulai dari ratusan kilobit per detik sampai beberapa megabit per detik. Modem konvensional dibatasi sampai kisaran 50-56 kilobit per detik (kb/s).
Modem ADSL hanya bisa dihubungkan ke jalur DSLAM yang telah terpasang padanya, sedangkan modem konvensional bisa terhubung langsung ke seluruh dunia.
Modem ADSL sering hanya dirancang untuk protokol tertentu dan tidak dapat bekerja pada jalur yang berbeda bahkan di dalam perusahaan penyedia tunggal.
Beberapa hal ini hanya menarik perhatian beberapa pelanggan, kecuali untuk kecepatan tinggi yang ditawarkan oleh modem ADSL dan kemampuan untuk menggunakan telepon dan modem secara bersamaan.
Penggunaan saluran telepon secara simultan memerlukan perangkat yang disebut Splitter atau A atau DSL Splitter yang berfungsi untuk memisahkan saluran suara dengan saluran data pada spektrum frekuensi yang berbeda.
Selain terhubung ke layanan ADSL, beberapa modem juga memiliki fungsi tambahan seperti:
Dukungan pada ADSL2 atau ADSL2 +
Fungsi sebagai Router mencakup NAT (Network Address Translation) untuk membagi koneksi satu alamat IP (IPv4).
Sebagai 802.11b Wireless Access Point, 802.11g atau 802.11n.
Fungsi sakelar terintegrasi.
Layanan Jaringan Pribadi Virtual.
Server Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP).
Klien Dynamic DNS (Domain Name System).
Layanan voice over IP mencakup Quality of Service untuk memastikan kualitas data dalam aplikasi suara.
Kebanyakan modem ADSL memiliki program embedded atau disebut firmware terpisah. Firmware ini dapat ditingkatkan untuk kemampuan tambahan atau perbaikan untuk kesalahan kecil seperti bug. Ini bisa dilakukan melalui jaringan atau melalui antarmuka komunikasi serial.
Firmware alternatif seperti OpenWrt juga bisa dipasang di banyak modem dan menambahkan beberapa fungsionalitas yang tidak bisa di firmware asli. Misalnya VPN, QoS, IPv6 asli dan tunneling, meningkatkan daya pada WAP, DNS dan fungsi lainnya yang disediakan di lingkungan Linux.
Nah itulah Pengertian Modem ADSL dan Contohnya yang bisa saya rangkum pada artikel ini. Semoga bermanfaat. Terimakasih sudah berkunjung
error: Maaf ! Konten Di Kunci