Kelebihan dan Kekurangan Topologi Hybrid

Sabtu, Juli 21st, 2018 - Jaringan Komputer

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Hybrid – Topologi hybrid merupakan salah satu dari sekian banyak jenis topologi jaringan komputer yang selain topologi bintang, topologi mesh, dan topologi ring yang sudah ada dan menjadi standar dalam infrastruktur jaringan komputer.

Pengertian topologi hybrid
Topologi hybrid merupakan kombinasi dari beberapa jenis topologi jaringan yang telah disebutkan sebelumnya menjadi sebuah kesatuan jaringan baru.

Misalnya jaringan bintang, ditambah dengan jaringan mesh, akan menjadi infrastruktur jaringan baru yang disebut jaringan topologi hybrid.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Hybrid
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Hybrid

Namun, ada pengecualian untuk itu, jika dua jaringan dengan jenis topologi jaringan yang sama digabungkan maka ini tidak disebut topologi hybrid.

Misalnya star topologi bintang dan topologi bus digabungkan, ini bukan topologi hybrid, namun tetap disebut topologi star, ini karena kedua jaringan tersebut dibangun di atas infrastruktur yang sama. Maka penggabungan kedua jaringan tersebut tetap menjadi topologi bus, bukan topologi hybrid.

2. Media penghubung topologi hybrid
Media yang bisa dihubungkan dengan topologi adalah sebagai berikut:

  • Topologi bus;
  • Topologi bintang;
  • Topologi Mesh;
  • Topologi linier;

3. Media transmisi topologi hybrid
Topologi hybrid yang menggunakan media transmisi umumnya jaringan sebagai berikut:

  • Media Hub;
  • Media Switch;
  • Kabel UTP / STP + RJ45;
  • Repeater atau Bridge, atau Router (untuk kebutuhan khusus)

4. Kelebihan topologi hybrid
Kecenderungannya stabil. Ini karena kombinasi dua tipe yang berbeda atau topologi jaringan yang berbeda mampu saling melengkapi keunggulan sehingga kekurabgan dalam satu jenis jaringan tercakup dalam jenis jaringan lainnya;

a. Pemulihan Kinerja.
Karena topologi hybrid ini dibangun sedemikian rupa dari berbagai node yang ada, jika ada masalah pada 1 node, maka tidak akan mengganggu node atau jaringan lain dan tidak akan menyebabkan gangguan yang signifikan secara keseluruhan;

b. Bisa bekerja dengan stabil pada trafik yang tinggi

Ini karena mengingat topologi hybrid kinerja jaringan yang diberikan telah memberikan solusi yang cukup andal, baik dari sisi subnetting, pengalamatan jaringan, penelusuran paket data, dan lain-lain. Mengaktifkan jaringan yang dibangun di atas infrastruktur hybrid ini untuk bekerja dengan kinerja tinggi;

Perluasan jaringan bisa dilakukan dengan mudah seperti penambahan perangkat keras jaringan komputer. Ini karena jaringan dibangun di atas topologi hybrid untuk memfasilitasi penyesuaian jaringan yang ada;

c. Terbuka untuk banyak topologi
Jaringan hybrid memudahkan penggabungan jaringan dengan tipe yang berbeda, baik dengan topologi bus, star, mesh, atau ring;

d. Kemudahan penggunaan
Untuk administrator jaringan yang handal yang sudah memiliki cukup pengalaman dan pengetahuan. Dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan untuk membuat jaringan hybrid ini lebih mudah digunakan dan mudah disesuikan penggunaannya untuk berbagai keperluan yang dibutuhkan.

Fleksibilitas tinggi Topologi hybrid ini dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan penyesuaian berbagai persyaratan yang diinginkan oleh administrator jaringan, dalam hal media transmisi yang digunakan, jenis simpul yang diinginkan, skema jaringan yang diharapkan, dan lingkungan jaringan yang digunakan;

f. Kemudahan dalam Mengatasi Masalah
Dengan adanya topologi hybrid yang dibangun di atas dua atau lebih jaringan dari berbagai jenis, kita dapat dengan mudah mengidentifikasi jaringan dan titik mana atau nodus yang terjadi. Ini berarti bahwa topologi hybrid memberi Anda kemudahan troubleshooting jaringan jika ada masalah dengan jaringan baik pada performa, link atau serangan jaringan yang terjadi;

g. Miliki masalah toleransi yang lebih baik
Jaringan hybrid ini diakui untuk memberikan toleransi yang lebih baik daripada jaringan dengan topologi tunggal seperti bintang, bus, atau mesh. Jadi jika ada masalah pada jaringan, maka jaringan dengan topologi hybrid lebih mampu menahan lalu lintas dan performa jaringan dari bawah;

h. Kecepatan tetap
Jaringan hybrid ini diakui untuk memberikan kinerja dan fungsi bandwidth yang stabil, sehingga menciptakan lingkungan jaringan dengan kecepatan dan bandwidth yang andal dalam berbagai situasi dan keadaan.

5. Kekurangan jaringan hybrid
Pengelolaan jaringan cukup rumit bagi mereka yang tidak terbiasa mengelola jaringan dengan kompeksitas yang cukup tinggi. Hal ini dimungkinkan karena jaringan ini menggunakan arsitektur campuran dari 2 atau lebih jenis topologi sehingga proses pertukaran data terjadi serentak;

Untuk memasang dan mengkonfigurasi inisial jaringan cukup memakan waktu dan biayanya tidak sedikit, dibutuhkan usaha ekstra dan berpikir mengingat membangun jaringan hybrid tidak semudah membangun jaringan dengan topologi tunggal, karena harus menghubungkan dua perbedaan. arsitektur jaringan, properti, dan koneksi media;

Biaya pemasangan dan pemeliharaan jaringan cukup tinggi, kebutuhan akan media transmisi berkualitas baik harus diperhatikan dalam jenis jaringan ini.

Selanjutnya, diperlukan administrator jaringan yang handal di jaringan ini untuk secara rutin menjaga kondisi topologi jaringan hybrid yang telah dirancang dan dibangun;

Membutuhkan lebih banyak Jenis kabel jaringan dan media transmisi
Jaringan topologi hibrid ini membutuhkan penggunaan lebih banyak media kabel dan berbagai media transmisi, karena bukan penggunaan topologi tunggal namun topologi dari beberapa jenis, sehingga penggunaan media transmisi harus disesuaikan terlebih dahulu dengan masing-masing topologi jaringan;

Manajemen biasa Jaringan ini membutuhkan administrator jaringan untuk dapat melakukan pemeliharaan rutin terhadap kondisi media transmisi jaringan yang ada, baik perangkat lunak maupun perangkat keras. Hal ini dilakukan dalam menjaga kualitas dan daya tahan jaringan ini sendiri;

Membutuhkan ruang dan alokasi ruangan tidak kecil;
Dengan adanya jaringan hybrid ini menggabungkan dua topologi atau topologi yang berbeda, dan juga kebutuhan akan media kabel dan transmisi yang banyak, kebutuhan akan ruang dan alokasi ruang yang baik juga diharapkan pada jaringan hybrid ini, sehingga nantinya mempermudah proses manajemen ke depan. Pembuatan tata letak jaringan yang bagus dan bagus sangat diinginkan agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal;

Dibutuhkan lebih banyak waktu untuk memastikan bahwa media transmisi atau jembatan yang digunakan bekerja dengan benar dan memastikan bahwa tidak ada satupun node yang gagal mendapatkan tautan selama proses instalasi jaringan;

Desain desainnya tidak mudah
Mengingat jaringan ini dibangun pada kompleksitas yang tinggi, maka perancangan jaringan dengan topologi memerlukan disain desain yang cukup kompleks dan matang. Ini akan menjadi pekerjaan mudah bagi perancang jaringan. Di sini, desain desain jaringan yang ada diharapkan bisa membuat proses konfigurasi dan instalasi mudah dan efisien;

Media hub sangat mahal
Fungsi hub dalam jaringan itu sendiri pada dasarnya sama dengan switch. Perlu dipahami bahwa hub media transmisi yang digunakan dalam topologi hybrid untuk menghubungkan jaringan ini tidak sama dengan hub pada topologi pada umumnya, dan memiliki biaya yang bisa dibilang mahal harganya.

error: Maaf ! Konten Di Kunci