Jenis Jenis Transmisi Jaringan Komputer

Minggu, Mei 29th, 2016 - Jaringan Komputer

Dosen Komputer – Jenis Jenis Transmisi Jaringan Komputer – Jenis transmisi sinyal data atau informasi dalam suatu media komunikasi dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu transmisi paralel dan transmisi serial.

Transmisi Paralel
Pada transmisi paralel, satu konektor yang terdiri dari tujuh atau delapan bit (ASCII) ditransmisikan secara serentak setiap saat.

Misalnya bila digunakan kode ASCII, maka dibutuhkan sebanyak delapan jalur untuk mentransmisikan sekaligus 8 bit untuk satu karakter kode ASCII. Tampilan dari transmisi paralel dapat dilihat pada Gambar 15.

Pada transmisi paralel ini yang ditransmisikan secara paralel adalah bit-bit yang mewakili satu karakter, sedangkan masing-masing karakter ditransmisikan secara serial.

Komunikasi paralel digunakan untuk komunikasi jarak dekat, biasanya transmisi ini digunakan untuk mentransmisikan sinyal di dalam komputer atau antara komputer ke printer.

Pengiriman dengan mode transmisi paralel ini memiliki kecepatan yang tinggi, kerena setiap saat dapat langsung di transmisikan suatu karakter.

Namun mode transmisi ini membutuhkan kabel khusus yang terdiri dari beberapa jalur yang akan digunakan dalam pengiriman dari karakter tersebut.

transmisi jaringan

transmisi paralel dan serial

Transmisi Serial
Transmisi serial merupakan bentuk transmisi yang secara umum dipergunakan. Pada transmisi serial ini, masing-masing bit dari suatu karakter dikirimkan secara berututan, yaitu bit per bit, dimana satu bit diikuti oleh bit berikutnya.

Dalam sistem ini, penerima akan mengumpulkan sejumlah bit (untuk sistem ASCII=8 bit) yang dikirimkan oleh transmitter untuk kemudian dijadikan menjadi satu karakter.

Transmisi serial ini dapat dikelompokan dalam tiga bentuk, yaitu synchronous transmission, asynchronous transmission dan isochronous transmission.

1. Synchronous Transmission

Synchronous Transmission

Synchronous Transmission

Synchronous Transmission merupakan bentuk transmisi serial yang mentransmisikan data atau informasi secara kontinu. Transmisi jenis ini sering menghadapi permasalahan, yaitu masalah sinkronisasi dan sinkronisasi karakter.

Pemasalahan utama dalam sinkronisasi bit adalah masalah waktu kapan transmitter mulai meletakkan bit-bit yang akan dikirim ke media transmisi dan kapan penerima harus mengetahui dengan tepat untuk mengambil bit-bit yang akan dikirim tersebut.

Masalah ini dapat diatasi dengan clock yang ada di transmitter dan clock yang ada di receiver. Clock pada transmitter akan memberitahu kapan harus meletakkan bit-bit yang akan dikirim, misalnya jika diinginkan untuk mengirim dengan kecepatan 100 bps dan clock di receiver juga harus diatur untuk mengambil dari jalur transmisi 100 kali tiap detiknya.

Permasalahn kedua dalam synchronous transmission adalah character synchronization. Permasalahan ini berupa penentuan sejulah bit- bit mana saja yang merupakan bit-bit pembentuk suatu karekter. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan karakter SYN.

Bila hanya dipergunakan sebuah karakter kontrol transmisi kemungkinan dapat terjadi false synchronization.

Untuk mencegah false synchronization, dua buah karakter kontrol SYN dapat digunakan di awal dari blok data yang ditransmisikan.

Receiver setelah mengidentifikasikan bentuk SYN yang pertama, kemudian mengidentifikasi 8 bit berikutnya, kalau berupa karakter kontrol SYN yang kedua, maka setelah itu dimulai menghitung setiap 8 bit dan merangkai menjadi sebuah karakter.

2. Asynchronous Transmission

ASynchronous Transmission

ASynchronous Transmission

Asyncronous Transmission merupakan bentuk transmisi serial yand dalam mentransmisikan data atau informasi tidak secara kontinyu, dimana transmitter dapat mentransmisikan karakter-karakter pada interval waktu yang berbeda atau dengan kata laiin tidak harus dalam waktu yang sinkron antara pengiriman satu karakter dengan karakter berikutnya

Tiap-tiap karakter yang ditransmisikan sebagai satu kesatuan yang berdiri sendiri dan penerima harus dapat mengenal masing-masing karakter tersebut. Untuk mengatasi hal ini, maka masing-mmasing karakter diawali suatubit tambahan, yaitu start bit yang berupa nilai bit 0 dan stop bit yang berupa nilai bit 1 yang diletakkan pada akhir dari masing-masing karakter.

Asyncronous Transmission lebih aman dibandingkan dengan synchronous transmission . pada asynchronous transmission, bila suatu kesalahan terjadi pada data yang ditransmisikan, hanya akan merusak satu blok dari data.

Akan tetapi, asynchronous transmission kurang efisien karena memerlukan bit-bit tambahan untuk tiap-tiap karakter yaitu start bit dan stop bit.

3. Isochronous Transmission

Isochronous Transmission

Isochronous Transmission

Isochronous Transmission merupakan kombinasi dari asynchronous transmission dan synchronous transmission. Setiap pengiriman karakter akan diawali dengan start bit dan diakhiri stop bit, tetapi antara transmitter dan receiver disinkronkan pada saat terjadi pengiriman data secara kontinu.

Selain keuntungan di atas, terdapat beberapa kekurangan dari sistem baseband ini, yaitu :

  • Kapasitas pengiriman data sangat terbatas karena hanya terdapat satu lintas data, sehingga hanya satu pasang komputer yang dapat berkomunikasi pada saat yang sama.
  • Jarak perjalanan sinyal listriknya terbatas.
  • Sambungan kabel ground agak sukar.
  • Untuk area yang luas dibutuhkan biaya instalasi yang mahal.

Broadband
Metode ini digunakan untuk mentransmisikan sinyal analog. Maka, apabila dalam bentuk sinyal digital harus dimodulasikan lebih dahulu menjadi sinyal analog. Media yang digunakan berupa kabel coaxial broadband yaitu dengan menggunakan media frekuensi radio atau satelit.

Data dari beberapa terminal dapat menggunakan satu saluran, tetapi frekuensinya berbeda-beda, sehingga pada saat yang bersamaan dapat dikirimkan beberapa jenis data melali beberapa frekuensi.

Kapasitas pengiriman data cukup tinggi, karena memiliki beberapa jalur transmisi.
Untuk sistem broadband non kabel, daerah jangkauan lebih luas dengan biaya yang relatif murah.

Disamping keuntungan diatas yang dapat dimanfaatkan, terdapat beberapa kekurangan sistem broadband, yaitu :

  • Harga modem yang diperlukan relatif mahal.
  • Waktu tunda perjalanan sinyal dua kali lipad dibandingkan dengan waktu tunda perjalanan sinyal padaa sistem baseband, karena harus dilakukan modulasi sinyal terlebih dahulu.
  • Proses instalasi dan maintenance cukup sulit.
  • Untuk media transmisi non kabel, harga frekuensi relatif mahal.

Satuan Transmisi
Suatu aspek yang sangat penting dalam komunikasi data adalah kecepatan pengiriman data lewat media transmisi. Faktor-faktor yang memegang peranan dalam menentukan kecepatan maksimum, antara lain adalah :

  • Mutu jalur transmisi
  • Panjangnya sambungan
  • Sifat-sifat elektrikal
  • Jenis modem

Mutu jalur transmisi ditunjukan oleh bandwitdth-nya. Bandwidth menunjukan ukuran kapasitas jalur transmisi yang dinyatakan dalam satuan :

  • Baud(Bd) adalah kecepatan modulasi.
  • Bit per detik (bps) adalah kecepatan sinyal.
  • Caracter per detik (cps) adalah kecepatan transmisi.

Kecepatan modulasi berhubungan dengan lalu lintas di jalur transmisi. Kecepatan elemen informasi dalam jalur transmisi dinyatakan dalam satuan baud (elemen per detik). Pada dasarnya, kecepatan ini menunjukkan kecepatan maksimum perubahan kondisi jalur transmisi. Satu elemen sama dengan jumlah bit per detik yang dapat ditransmisikan dalam jalur transmisi.

Berikut ini adalah dua contoh perhitungan kecepatan transmisi :

1. Sebuah terminal starsn I stop beroperasi dengan kecepatan sinyal yang relatif lambat, 110 bps. Pada kecepatan ini digunakan modem yang mentransmisikan setiap bit sebagai satu elemen.

Oleh karena itu kecepatan modulasinya adalah 110 baud. Pada contoh ini,setiap karakter terdiri dari 11 bit (1start, 7 data bit, I bit paritas dan 2 stop bit), sehingga kecepatan transmisinya adalah 110 bps: 11 bit=10cps.

2. Suatu terminal sinkron memiliki kecepatan sinyal 2400 bps. Misal diasumsikan bahwa lebar baud tidak memadai untuk mempertahankan kecepatan ini. Oleh karena itu, digunakan modulasi yang menggabungkan dua bit menjadi satu elemen, sehingga diperoleh kecepatan modulasinya 1200 baud.

Jika pada transmisi ini, satu karakter terdiri dari 8 bit (7 bit data dan 1 bit paritas), maka kecepatan transmisinya adalah 2400. Bps:8 bit= 300 cps.

Kapasitas Jalur Transmisi
Kapasitas jalur transmisi dapat digolokan ke dalam tiga kelompok berdasarkan kapasitasnya, yaitu :
1. Narrowband channel (Subvoice grade channel)
kecepatan sinyal pada jalur transmisi ini adalah 50 sampai 300 bps. Transmisi jenis ini membutuhkan biaya instalasi yang telatif rendah, tetapi biasaya overheadnya relatif mahal dengan tingkat kesalahan yang cukup besar.

2. Voiceband channel (voice grade channel)
Kecepatan sinyal pada jalur transmisi ini adalah 300 sampai 500 bps. Jalur transmisi ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu dial up (switched lines) dan private lines (lease line).Dial up adalah saluran komunikasi yang diperoleh dengan menggunakan jaringan telepon.

Sebelumnya hubungan terjadi, pemakaian harus mendial nomor telepon tempat yang akan dituju. Sedangkan private line adalah saluran yang menggunakan jaringan telepon, tetapi memakai fasilitas khusus sehingga dapat dipergunakan oleh PERUMTEL.

3. Wideband channel
Kecepatan transmisi sinyal pada jenis transmisi ini dapat mencapai jutaan bps, misalnya kabel coaxial, microwave dan lain lain.

Media Transmisi
Sesuai dengan fungsinya yaitu untuk membawa aliran bit data dari satu komputer ke komputer lainnya, maka dalam pengiriman data memerlukan media transmisi yang nantiknya akan digunakan untuk keperluan transmisi. Setiap media mempunyai karateristik tertentu, dalam bandwith, delay, biaya dan kemudahan instalasi serta pemeliharaannya.

Media transmisi merupakan suatu jalur fisik antara transmitter dan receiver dalam sistem transmisi data. Media transmisi dapat diklasifikasikan sebagai guided (terpandu) atau unguided (tidak terpandu). Kedua keduanya dapar terjadi dalam bentuk gelombang elektromagnetik.

Dengan media yang terpandu, gelombang dipandu melalui sebuah media padat seperti kable tembaga terpilih (twisted pair), kabel coaxial tembaga dan serat optik. Atmosfir dan udara adalah contoh dari unguided media, bentuk transmisi dalam media ini disebut dengan sebagai wirelless transmision.

Beberapa faktor yang berhubungan dengan media transmisi dan sinyal sebagai

Bandwidth (lebar pita)
Semakin besar bandwidth sinyal maka semakin besar pula data yang dapat ditangani.

Transmission Impairement (kerusakan transmisi)
Untuk media terpandu, kabel twistedpair secara umum mengalami kerusakan transmisi lebih dari pada kabel coaxial, dan coaxial mengalaminya lebih daripada serat optik.

Interference (Inteferensi)
Interferensi dari sinyal dalam pita frekuensi yang salingĀ  overlapping
dapat menyebabkan distorsi atau dapat merusak sebuah sinyal.

Jumlah penerima (receiver)

Sebuah media terpandu dapat digunakan untuk membangun sebuah hubungan point-to-point atau sebuah hubungan yang dapat digunakan secara bersama-sama.

Sesudah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan media transmisi dan bisa menentukan topologi jaringan yang cocok untuk jaringan yang akan dibangun tentunya pasti kita perlu mengetahui peralatan apa saja yang dibutuhkan dalam membangun suatu jaringan komputer.

Adapun media yang dibutuhkan selain komputerĀ  terlepas dari jenis jaringan yang akan dibangun adalah: kabel dan Network Interface Card (NIC) atau kartu jaringan. www.google.com

error: Maaf ! Konten Di Kunci