Fungsi Virtual Memory pada Sistem Operasi

Rabu, Agustus 8th, 2018 - Sistem Operasi
Fungsi Virtual Memory pada Sistem Operasi – Memori pada perangkat komputer, baik desktop, laptop (termasuk notebook) atau smartphone (tablet pc, dll.) Mengacu pada komponen penyimpanan data sementara atau RAM (Random Access Memory).
Dalam beberapa kasus kapasitas RAM menentukan kecepatan kinerja komputer, Mengapa? Karena data yang tersimpan oleh RAM menentukan volume data yang akan diolah, maka akan diproses, karena RAM tidak memproses instruksi (bisa data), pengolahannya akan dilakukan oleh prosesor.
Bagaimana jika data yang akan diolah melebihi kapasitas RAM, misal RAM yang terpasang hanya 2GB dan data harus disimpan di RAM (sebut saja) 2.3GB, ukurannya umumnya berasal dari jumlah aplikasi yang anda buka.
Misalnya Anda sedang mendengarkan musik di komputer Anda dengan aplikasi pemutar musik, sekaligus browser web Anda aktif (misalnya karena Anda browsing atau membuka media sosial) Anda juga menggunakan aplikasi yang membutuhkan sumber daya memori besar seperti Android Studio atau Visual Studio.
Fungsi Virtual Memory pada Sistem Operasi
Fungsi Virtual Memory pada Sistem Operasi
Lantas, bagaimana kalau itu terjadi, datanya harus disimpan di RAM sebesar 2.3GB sedangkan RAM hanya berkapasitas 2GB? Jadi, bisa dipastikan komputer akan tertinggal (nge-lag) atau hang (tidak merespons).
Karena itu, gunakan RAM berkapasitas besar, seperti 4GB atau 8GB, atau 2GB x 2GB pada komputer desktop atau laptop (umumnya dilengkapi dengan 2 slot RAM), namun pembelian RAM (fisik) cukup mahal.
Solusi untuk masalah ini adalah penggunaan virtual memory. Logika sederhana seperti ini, jika RAM digunakan untuk menyimpan data, dan Hard Disk Drive digunakan untuk menyimpan data, maka data yang harus ditampung di RAM bisa melayang di Hard Disk Drive, secara teknis ini disebut file paging. Kebutuhan Kapasitas RAM yang Cocok, Penyebab Hard Disk Eksternal yang Tidak Terbaca)

Fungsi Virtual Memory

1. Tangani kelebihan “beban” RAM
Seperti yang dinyatakan sebelumnya, jika RAM 2GB diharuskan menyimpan lebih banyak data daripada kapasitas maksimalnya (katakanlah 2.3GB), dapat dipastikan komputer akan mengalami “stress” dan akibatnya komputer akan hang, lag, atau bahkan tidak merespon pada semua, yang terburuk mungkin adalah bahwa RAM dipaksa untuk bekerja di luar kemampuan dan over-heat sehingga dapat merusak chip di RAM.
Oleh karena itu virtual memory berperan aktif dalam menangani kelebihan beban, kapasitas virtual memory diambil dari Kapasitas hard disk drive, bahkan sistem operasi linux (misalnya Ubuntu, Lubuntu, Mint, dll.)
Mengharuskan komputer memiliki partisi SWAP untuk virtual memory, kapasitas partisi SWAP biasanya 2x kapasitas RAM fisik, misalnya jika RAM yang terpasang memiliki kapasitas 2GB, maka kapasitas partisi SWAP harus ideal diatur ke sekitar 4GB.
2. Peran sebagai backup RAM, tapi tidak menggantikan fungsi RAM.
Secara umum RAM berfungsi untuk menyimpan data yang akan diproses oleh prosesor atau data aktivitas yang sedang berlangsung (misal data dari aplikasi yang sedang digunakan), dengan adanya Virtual Memory tidak berarti komputer tidak memerlukan RAM dan bisa berjalan di tidak adanya RAM terpasang pada komputer RAM masih dibutuhkan saat booting, tanpa RAM komputer tidak bisa masuk mode boot.
Hal ini masuk akal karena kehadiran RAM pertama kali diperiksa oleh ROM (BIOS) pada saat boot pertama, sedangkan virtual memory terletak pada hard disk drive (atau salah satu partisi hard disk drive), tanpa hard disk drive komputer bisa Masih beroperasi (misal kita menggunakan sistem operasi live linux CD / DVD atau linux live USB, bahkan windows live CD / DVD / versi USB juga ada).
3. Menyimpan data dari RAM, tapi tidak meneruskannya ke prosesor
Sebut saja virtual memory sebagai memori cadangan (sebenarnya memang seperti itu) yang hanya membantu mengatasi kekurangan kapasitas memori tapi tidak seperti RAM, virtual memory tidak meneruskan data yang tersimpan untuk diproses oleh prosesor.
Jadi, bila data yang tersimpan dalam virtual memory akan (harus) diolah, virtual memory akan meneruskannya ke RAM dan RAM yang akan diteruskan ke prosesor.
Begitu juga dengan data yang terkandung di dalamnya, kita tidak bisa mengakses seperti data umum (dokumen, gambar, dan lain sebagainya). Bahkan sistem operasi linux menempatkan virtual memory pada sebuah partisi dengan file sistem khusus yang disebut “SWAP” (kami sebutkan sebelumnya), jadi partisi lain selain SWAP (misalnya ext2, ext3, ext4, ntfs, fat, fat32) tidak dapat digunakan sebagai virtual memori ruang pada sistem operasi linux.
4. Data yang tersimpan pada virtual memory (paging file) bersifat sementara
Sama seperti data di RAM akan kosong setelah komputer dimatikan, file paging atau data yang ada di partisi SWAP juga akan dihapus setelah komputer mati, berbeda dengan konsep penyimpanan data pada hard disk drive walaupun Medianya sama (virtual memory membutuhkan kapasitas hard disk drive).
Pada sistem operasi virtual memory Windows yang disebut file paging, alih-alih partisi seperti sistem operasi linux (partisi swap), ukuran file paging itu sendiri disetel secara default dari RAM yang terpasang di komputer plus 300MB (misalnya pada sebuah sistem operasi Windows virtual memory.
RAM 2GB terpasang komputer atau 2048MB, ukuran file paging 2348MB, ukurannya masih hitungan kasar, sebenarnya RAM 2GB tidak selalu persis 2048MB), dan maksimal 3kali ukuran RAM yang terpasang (sampai 6GB jika mengacu pada contoh) tapi jika terasa kurang (biasanya sering atau setidaknya tidak pernah muncul notifikasi “virtual memory is low”) maka ukuran file paging bisa ditambahkan.
File paging dapat dihapus untuk meningkatkan ruang kosong pada partisi hard disk drive, namun sangat tidak disarankan mengingat pentingnya fungsi virtual memory untuk kinerja komputer terutama saat RAM yang terpasang relatif kurang untuk pekerjaan tertentu.
error: Maaf ! Konten Di Kunci